Halo, Sahabat! Tidak terasa ya, suasana bulan suci Ramadan sudah mulai terbayang. Biasanya, di bulan penuh berkah ini, kita semua berlomba-lomba memperbanyak sedekah, memberi makan orang berbuka, hingga membayar zakat. Tapi, tahukah Sahabat ada satu amalan yang bisa membuat “mesin pahala” kita tetap menyala bahkan setelah Ramadan berakhir?
Yap, jawabannya adalah Wakaf.
Jika sedekah makanan habis saat disantap, wakaf justru seperti menanam pohon yang buahnya bisa dipetik selamanya. Lalu, seberapa bermanfaat sih wakaf itu jika kita tunaikan di bulan Ramadan? Yuk, kita simak!
1. Menjadi “Pahala Jariyah” yang Berlipat Ganda
Kita tahu bahwa di bulan Ramadan, amalan sunnah diberi pahala seperti amalan wajib. Bayangkan jika Sahabat berwakaf untuk pengadaan air bersih atau renovasi masjid di bulan ini. Manfaatnya dirasakan jamaah saat tarawih dan tadarus, lalu pahalanya dilipatgandakan oleh Allah karena dilakukan di bulan suci.
Keistimewaan ini dipertegas dalam Al-Qur’an:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki…” (QS. Al-Baqarah: 261)
2. Solusi Nyata untuk Fasilitas Ibadah Umat
Di bulan Ramadan, aktivitas di masjid dan pusat belajar Al-Qur’an meningkat pesat. Namun, masih banyak saudara kita di desa terpencil yang harus beribadah dengan fasilitas seadanya.
Melalui wakaf, kita bisa menyediakan mukena, karpet yang nyaman, hingga perluasan ruang masjid. Manfaatnya? Langsung terasa! Para jamaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk berkat kepedulian Sahabat. Inilah bukti bahwa wakaf adalah solusi nyata bagi kenyamanan ibadah umat.
BACA JUGA: Hutang Puasa Belum Lunas? Yuk, Mengenal Fidyah Sebelum Ramadan Tiba!
3. Wakaf Al-Qur’an: Menghidupkan Cahaya Literasi Islam
Salah satu program favorit di bulan Ramadan adalah wakaf Al-Qur’an. Bayangkan setiap huruf yang dibaca oleh anak-anak santri di pelosok desa, setiap ayat yang mereka hafalkan, pahalanya mengalir deras kepada Sahabat. Di bulan di mana Al-Qur’an diturunkan (Nuzulul Qur’an), wakaf mushaf menjadi kado terindah bagi mereka yang kekurangan akses kitab suci.
4. Mengatasi Ketimpangan Sosial Secara Permanen
Ramadan adalah momentum untuk menumbuhkan empati. Wakaf produktif, seperti lahan pertanian atau ruko yang hasilnya dikelola untuk beasiswa pendidikan, dapat memutus rantai kemiskinan.
Jika zakat dan sedekah seringkali habis untuk kebutuhan konsumsi sesaat (seperti paket sembako), wakaf hadir untuk membangun kemandirian jangka panjang. Inilah cara kita memastikan bahwa setelah Lebaran usai, kesejahteraan saudara-saudara kita tetap terjaga.
5. Bekal “Pensiun” di Akhirat
Sahabat, bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermuhasabah. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih bisa bertemu dengan bulan mulia ini. Wakaf adalah cara paling cerdas untuk mempersiapkan “dana pensiun” di akhirat. Saat harta lain mungkin habis atau diwariskan, harta yang diwakafkan akan setia menemani kita di alam kubur sebagai cahaya yang tak pernah padam.
Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tapi tentang meninggalkan jejak kebaikan yang abadi. Sahabat bisa memberikan kontribusi terbaik melalui platform Berbagi Amal. Sekecil apa pun wakaf yang berikan, dampaknya akan terus tumbuh, mengakar, dan berbuah manis bagi sesama.
KLIK DISINI untuk ke website Berbagi Amal.