Masalah gusi berdarah memang cukup umum terjadi, terutama saat puasa ketika kondisi mulut cenderung lebih kering dari biasanya. Mari kita bahas tuntas dari sudut pandang hukum Islam dan sisi medis agar ibadah Sahabat tetap tenang dan lancar.
Hukum Gusi Berdarah dalam Pandangan Fiqh
Dalam fiqh ibadah, pada dasarnya segala sesuatu yang keluar dari tubuh tidaklah membatalkan puasa. Yang membatalkan adalah sesuatu yang masuk ke dalam lubang tubuh (mulut, hidung, telinga) secara sengaja.
Namun, bagaimana jika darah tersebut berada di dalam mulut? Berikut adalah penjelasan hukumnya:
-
Darah Keluar Tanpa Sengaja: Jika darah keluar dengan sendirinya akibat radang atau luka, maka puasa tetap sah. Hal ini karena syarat batalnya puasa adalah memasukkan sesuatu ke rongga tubuh secara sadar dan sengaja.
-
Kewajiban Meludah: Sahabat wajib meludahkan darah tersebut jika merasakannya di dalam mulut. Selama Sahabat berusaha membuangnya, maka sisa-sisa rasa darah yang mungkin masih tertinggal dan sulit dihilangkan tidaklah membatalkan puasa.
-
Kasus Tertelan Tanpa Sengaja: Jika darah tersebut tertelan tanpa sengaja (misalnya saat tidur atau refleks), maka puasanya tidak batal. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:
“…Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu…” (QS. Al-Ahzab: 5)
-
Kapan Menjadi Batal? Puasa baru dianggap batal jika Sahabat dengan sengaja menghisap darah dari gusi tersebut lalu menelannya, padahal Sahabat mampu untuk meludahkannya.
Rasulullah SAW juga mengingatkan kita bahwa agama ini tidaklah menyulitkan:
“Sesungguhnya agama itu mudah…” (HR. Bukhari)
Mengapa Gusi Sering Berdarah Saat Puasa?
Secara medis, saat kita berpuasa, produksi air liur (saliva) berkurang. Padahal, air liur berfungsi sebagai pembersih alami mulut. Kondisi mulut yang kering (xerostomia) membuat bakteri lebih mudah berkembang biak, yang memicu peradangan pada gusi atau gingivitis.
Beberapa penyebab lainnya antara lain:
-
Plak yang Menumpuk: Sisa makanan saat sahur yang tidak dibersihkan dengan maksimal.
-
Kekurangan Vitamin: Kurangnya asupan Vitamin C dan K saat berbuka dan sahur.
-
Cara Menyikat Gigi: Terlalu bersemangat menyikat gigi hingga melukai jaringan gusi yang sensitif.
Tips Menjaga Kesehatan Gusi Selama Ramadan
Agar Sahabat terhindar dari rasa khawatir, berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
-
Sikat Gigi dengan Lembut: Gunakan bulu sikat yang halus agar tidak melukai gusi.
-
Gunakan Siwak: Menggunakan siwak adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki kandungan alami yang baik untuk kesehatan gusi.
-
Pola Hidrasi 2-4-2: Pastikan minum air putih cukup (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur) untuk menjaga kelembapan mulut.
-
Konsumsi Buah dan Sayur: Penuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung kekuatan jaringan penyangga gigi.
Kesimpulan
Jadi, Sahabat tidak perlu cemas lagi ya! Gusi berdarah adalah kondisi medis yang tidak membatalkan puasa selama kita tidak sengaja menelannya. Dalam Islam, menjaga kesehatan tubuh (hifzun nafs) adalah hal yang utama. Jika gusi terus berdarah, segera konsultasikan ke dokter gigi sebagai bentuk ikhtiar menjaga amanah tubuh dari Allah.