Table of Contents

Yayasan Desa Hijau – Penyakit rabies adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini biasanya menyerang sistem saraf pusat pada manusia dan hewan. Virus rabies dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan atau luka yang terkena air liur hewan yang terinfeksi.

Apabila gejala rabies sudah muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari perawatan medis setelah terpapar virus rabies atau jika terdapat kecurigaan terkena gigitan hewan yang mungkin terinfeksi. Rabies memiliki tingkat kematian yang hampir 100%. Setelah gejala muncul, tidak ada pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan penyakit ini.

GEJALA RABIES

Gejala rabies dapat bervariasi tergantung pada tahap penyakitnya. Rabies biasanya memiliki dua tahap utama: tahap prodromal dan tahap akut. Berikut adalah gejala yang biasanya terjadi selama kedua tahap tersebut:

Tahap Prodromal:

  1. Gejala mirip flu: Pada awalnya, gejalanya mirip dengan flu biasa, termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.

  2. Ketidaknyamanan umum: Seseorang mungkin merasa tidak nyaman secara umum, kebingungan, dan kecemasan.

Tahap Akut:

  1. Gejala neurologis: Tahap akut dari rabies melibatkan gejala neurologis yang lebih parah. Beberapa gejala yang mungkin terjadi termasuk:

 

  • Agitasi dan kegelisahan.

  • Kecemasan dan kebingungan yang parah.

  • Gangguan tidur dan insomnia.

  • Halusinasi, baik visual maupun auditif.

  • Kesulitan menelan air atau air liur (hidrofobia).

  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

  • Kehilangan otot dan kelemahan.

  • Kejang-kejang.

  • Perubahan perilaku yang mencolok.

Perlu dicatat bahwa gejala rabies dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang lebih ringan atau tidak khas, sementara yang lain mungkin mengalami gejala yang lebih parah. Penting untuk mencari perawatan medis segera jika Anda mencurigai terpapar virus rabies atau mengalami gigitan hewan yang berisiko mengidap rabies.

 

Untuk mencegah rabies, vaksinasi adalah langkah penting. Vaksin rabies dapat diberikan sebelum atau setelah terpapar virus, tergantung pada situasinya. Jika seseorang telah terinfeksi virus rabies dan gejalanya belum muncul, vaksinasi segera setelah terpapar dapat mencegah penyakit berkembang. Namun, setelah gejala muncul, rabies umumnya tidak dapat diobati dan berakhir dengan kematian.

 

Selain vaksinasi, langkah-langkah pencegahan lainnya meliputi menghindari kontak dengan hewan liar yang berpotensi terinfeksi rabies, memastikan hewan peliharaan divaksinasi, dan melaporkan gigitan hewan kepada otoritas kesehatan setempat untuk tindakan selanjutnya.

 
 
 

 

Artikel Terbaru

Artikel Terkait