Yayasan Desa Hijau Mengadakan Pelatihan Eco Enzyme “Dari Limbah Jadi Manfaat” Untuk UMKM

Pernah kepikiran nggak, kalau sisa kulit buah dan sayur di rumah ternyata bisa “naik level” jadi sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan sekaligus keluarga?

Pada Selasa, 23 Desember 2025, Yayasan bersama para mitra menghadirkan kegiatan Pelatihan Eco Enzyme for Local Green Economy bertajuk “Dari Limbah Jadi Manfaat”. Bertempat di Kantor Sekretariat RT 04, Jl. H. Gandun No.23 RT 04/08, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan 12440, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang hangat—bukan sekadar teori, tapi juga aksi nyata.

Program ini terlaksana berkat kolaborasi bersama Baitul Mal Muamalat, Danantara Indonesia, dan ID FOOD. Tujuannya jelas: membantu pelaku UMKM bertumbuh dengan pondasi yang kuat, sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan lewat langkah sederhana yang bisa dipraktikkan setiap hari.


Apa itu Eco Enzyme, dan kenapa penting untuk green economy lokal?

Eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi limbah organik (seperti kulit buah/sayur) yang dicampur dengan gula dan air. Banyak orang mengenalnya sebagai “cairan serbaguna” karena dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, kebun, hingga usaha mikro.

Di sisi lain, konsep local green economy bicara tentang ekonomi yang bertumbuh tanpa mengorbankan alam. Jadi, ketika warga belajar mengolah limbah menjadi produk bermanfaat, lalu UMKM ikut naik kelas secara legal—di situlah ekonomi lokal dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan.


Tiga rangkaian utama kegiatan: belajar, legalitas, lalu aksi

Pelatihan ini dirancang agar peserta pulang membawa ilmu, status usaha yang lebih aman, dan kesadaran aksi. Ada tiga agenda utama yang terlaksana:

1) Pelatihan membuat cairan eco enzyme

Peserta diajak memahami cara membuat eco enzyme dari awal: mulai dari bahan, proses fermentasi, sampai contoh pemanfaatan yang realistis untuk sehari-hari maupun untuk menunjang usaha.

Salah satu peserta, Bu Rida, membagikan kesannya:

“Kegiatan ini memberi saya pengetahuan tentang eco enzyme. Bisa digunakan untuk mengepel lantai, membuat pupuk cair, pembasmi hama dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.”

Dari satu pelatihan, peserta jadi paham: sesuatu yang sering kita anggap “sampah” ternyata bisa menjadi solusi yang hemat, ramah lingkungan, dan bernilai guna.

2) Pendampingan aktivasi NIB (Nomor Induk Berusaha) untuk pelaku UMKM

Banyak UMKM punya produk bagus, tapi masih ragu melangkah lebih jauh karena legalitas usaha belum kuat. Di sesi ini, peserta didampingi untuk aktivasi NIB agar usaha mereka punya identitas resmi, lebih aman, dan siap berkembang.

Karena faktanya, legalitas bukan sekadar formalitas—ia adalah pintu menuju akses yang lebih luas: peluang kerja sama, kepercayaan pelanggan, hingga kesiapan naik kelas.

Bu Widya menyampaikan langsung manfaat yang ia rasakan:

“Berkat adanya pelatihan ini saya sudah memiliki NIB dan sangat bermanfaat dan usaha saya menjadi legal.”

Sesi ini menjadi pengingat: mendukung UMKM itu bukan cuma soal modal, tapi juga menguatkan “pondasi” agar mereka bertahan dan bertumbuh.

3) Penanaman bibit pohon sebagai simbol aksi nyata

Ada momen yang sederhana, tapi maknanya dalam: penanaman bibit pohon. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa kepedulian bukan hanya wacana—melainkan aksi.

Satu bibit mungkin terlihat kecil, namun ia menyimpan pesan besar: saat kita menanam hari ini, kita sedang “menitipkan” udara lebih baik dan lingkungan lebih teduh untuk masa depan.


Kenapa program seperti ini relevan untuk masyarakat hari ini?

Karena kita sedang menghadapi dua tantangan sekaligus:

  1. Masalah lingkungan yang makin dekat dengan kehidupan sehari-hari—limbah rumah tangga, kualitas udara, hingga kebiasaan konsumsi.

  2. Kebutuhan UMKM untuk bertahan dan berkembang—bukan hanya dengan produk, tapi juga dengan legalitas dan kesiapan sistem.

Melalui kegiatan “Dari Limbah Jadi Manfaat”, peserta belajar bahwa:

  • merawat bumi bisa dimulai dari dapur sendiri,

  • membantu UMKM bisa dimulai dari hal yang konkret seperti pendampingan legalitas,

  • dan keduanya bisa berjalan bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik.


Langkah kecil yang berdampak panjang

Alhamdulillah, kegiatan Pelatihan Eco Enzyme for Local Green Economy pada 23 Desember 2025 telah terlaksana dengan lancar. Dari pelatihan ini, kita melihat satu hal yang menenangkan: perubahan itu tidak harus menunggu besar—kadang cukup dimulai dari mau belajar, mau tertib legalitas, dan mau bergerak menjaga lingkungan.

Terima kasih untuk seluruh pihak yang sudah membersamai: Baitul Mal Muamalat, Danantara Indonesia, ID FOOD, serta seluruh peserta yang hadir dan aktif selama kegiatan. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah, menguatkan UMKM, dan menjaga bumi kita bersama.

BACA JUGA: Benarkah Wanita yang Sudah Menopause Boleh Menanggalkan Pakaiannya? Ini Penjelasan Islam yang Sering Disalahpahami